Malam makin larut
Lelawa beterbangan
Di atas kepala
Doa kita pun tuntas
Tumpah ruah di udara
Bersama semilir angin
Mengalirlah semangat
Kecipak air kali
yang menyegarkan jiwa
Ooohhh....
Semakin tebal rasa keyakinanku
Bahwa masih ada
Nafas dalam jantungku
Untuk kulanjutkan
Kehidupan ini
24 Mei 2008
Kamis, 27 November 2008
JIWA KU...
Gelapnya malam takkan mampu
Mengalahkannya terangnya siang
Manisnya kasihmu
Takkan mampu menghapuskan galaunya hatiku
Kabut yang menutupi kalbu ini
Takkan sirna dimakan waktu
Yang terus berlalu
Tinggalkan semua harapan
Kini ku sendiri....
Tanpamu di sisi ku
Hidup ini terasa sepi
Karna ku tak dapat berbagi
12 Mei 2008
Aku tak pernah melupakan ultahku ini karna aku tak dapat berbagi,
sendiri...sendiri.... di kamar yg pengap
Mengalahkannya terangnya siang
Manisnya kasihmu
Takkan mampu menghapuskan galaunya hatiku
Kabut yang menutupi kalbu ini
Takkan sirna dimakan waktu
Yang terus berlalu
Tinggalkan semua harapan
Kini ku sendiri....
Tanpamu di sisi ku
Hidup ini terasa sepi
Karna ku tak dapat berbagi
12 Mei 2008
Aku tak pernah melupakan ultahku ini karna aku tak dapat berbagi,
sendiri...sendiri.... di kamar yg pengap
Doa
Tuhan....
Bila boleh aku meminta
Ku ingin hati yang setia
Dalam merajut suka dan duka
Tuhan....
Bila boleh aku memberi
Ingin ku beri padanya
Sebuah jiwa dan cinta
Agar setia dan cinta
Dapat bersatu slamanya
Amin...
12 Mei 2008
Aku disini sendiri merayakan hari ultahku.............. tanpa ada nyala lilin....
Bila boleh aku meminta
Ku ingin hati yang setia
Dalam merajut suka dan duka
Tuhan....
Bila boleh aku memberi
Ingin ku beri padanya
Sebuah jiwa dan cinta
Agar setia dan cinta
Dapat bersatu slamanya
Amin...
12 Mei 2008
Aku disini sendiri merayakan hari ultahku.............. tanpa ada nyala lilin....
OOhh...Tuhan (Pesakitan)
Hening di sekeliling bumi
Sunyi sepi mencekam
Menunggu keputusan sakral
Tragedi yang memilukan
Kenapa harus aku ....
Yang terpilih menghadap
Jeritan kami tak bersuara
Di telan gemuruh gundah gulana
Menggumpal dalam tanda tanya
Ada yang ingin aku titipkan
Sebelum aku pergi jauh
Belahan jiwaku & buah hatiku tak bersalah
Jangan dilibatkan
Ketulusan hati ini
Hanya Tuhan yang tau
Smoga aku di maafkan
28 April 2008
Palu telah dipukulkan 3 kali tanda vonis 1 tahun
Sunyi sepi mencekam
Menunggu keputusan sakral
Tragedi yang memilukan
Kenapa harus aku ....
Yang terpilih menghadap
Jeritan kami tak bersuara
Di telan gemuruh gundah gulana
Menggumpal dalam tanda tanya
Ada yang ingin aku titipkan
Sebelum aku pergi jauh
Belahan jiwaku & buah hatiku tak bersalah
Jangan dilibatkan
Ketulusan hati ini
Hanya Tuhan yang tau
Smoga aku di maafkan
28 April 2008
Palu telah dipukulkan 3 kali tanda vonis 1 tahun
Tak Berbekas
Katup mulut terkunci
Entah simpan apa
Bola mata dingin pudar
Diam tak terbaca
Desah nafas tersumbat
Kehilangan getar....
Kehilangan debar....
Jalan terjal ku tempuh
Menembus kegelapan
Menyibak alang-alang
Di tengah belantara
Sepi menembus kelam
Kelak....
Tinggal catatan
Disini pernah berdiri
Tegar menyangga langit
Kini...
tinggal puing
19 April 2008
Entah simpan apa
Bola mata dingin pudar
Diam tak terbaca
Desah nafas tersumbat
Kehilangan getar....
Kehilangan debar....
Jalan terjal ku tempuh
Menembus kegelapan
Menyibak alang-alang
Di tengah belantara
Sepi menembus kelam
Kelak....
Tinggal catatan
Disini pernah berdiri
Tegar menyangga langit
Kini...
tinggal puing
19 April 2008
Langganan:
Postingan (Atom)