Malam itu langit
Bermandikan cahaya
Bintang
Bulan pun Bersinar
Namun menambah
Kepedihan
Mengapa engkau mendusta seribu bahasa
Mengapa engkau membisu seribu kata
Ingn aku membencimu
Namun diriku tak mampu
Sakit di hatiku
Luka di jantungku
Tapi kini apa daya
Semua menjadi nyata
Cintamu bukan untukku
Hingga daku menanggung
Rindu
Sby, 31 Desember 2008
Rabu, 31 Desember 2008
Rabu, 03 Desember 2008
IBU
Ibu....
Ingin rasanya kau dekap aku dalam kerinduan
Ingin rasanya kau gendong aku dalam kebahagiaan
Ingin rasanya kau tidurkan aku dalam kelembutan malam
Dan.... ingin rasanya kau bangunkan aku dalam paginya harapan
Ibu....
Yang tiada lelah berdoa
Bersimpuh dalam pengharapan
Berjuang dalam tetesan keringat
Melawan perih payah kehidupan
Ibu....
Engkau slalu bersila di keheningan malam
Menengadahkan tangan mengucap permohonan
Meminta yang terbaik untuk aku... anak mu
Melindungi ku dalam setiap tetes air matanya
Engkau memang diam
Tapi hati mu slalu ada untuk ku
Walaupun aku berada dalam jeruji bui
Namun hati ini dekat tanpa sekat
Kasih tanpa pamrih
Ibu....
17 Maret 2008
Ingin rasanya kau dekap aku dalam kerinduan
Ingin rasanya kau gendong aku dalam kebahagiaan
Ingin rasanya kau tidurkan aku dalam kelembutan malam
Dan.... ingin rasanya kau bangunkan aku dalam paginya harapan
Ibu....
Yang tiada lelah berdoa
Bersimpuh dalam pengharapan
Berjuang dalam tetesan keringat
Melawan perih payah kehidupan
Ibu....
Engkau slalu bersila di keheningan malam
Menengadahkan tangan mengucap permohonan
Meminta yang terbaik untuk aku... anak mu
Melindungi ku dalam setiap tetes air matanya
Engkau memang diam
Tapi hati mu slalu ada untuk ku
Walaupun aku berada dalam jeruji bui
Namun hati ini dekat tanpa sekat
Kasih tanpa pamrih
Ibu....
17 Maret 2008
TERALI....
Leherku terjerat
Suaraku tercekat
Beban nan berat
Aku tersesat
Tatapan kosong
Di setiap ruas lorong
Hanya uapan derita
Siksa aib tiada tara
Aku salah
Pernah salah
Tapi aku bukan sampah
Yang ....
Dibuang
Di cibir orang
Nyata-nyata sekarang
Aku.... di pinggirkan
Karna khilaf sesaat
Aku di laknat
Karna dosa tercatat
Masa depan ku sekarat
Belum waktu ku terlambat
Bersujud mengucap tobat
Beribu sesal
Kian di obral
Jeruji ini....
Tiang-tiang bui....
Tlah mengadili ku
Memasung asa ku
Hingga kepasrahaan hadir
Aku ingin terlahir kembali
15 Maret 2008
Suaraku tercekat
Beban nan berat
Aku tersesat
Tatapan kosong
Di setiap ruas lorong
Hanya uapan derita
Siksa aib tiada tara
Aku salah
Pernah salah
Tapi aku bukan sampah
Yang ....
Dibuang
Di cibir orang
Nyata-nyata sekarang
Aku.... di pinggirkan
Karna khilaf sesaat
Aku di laknat
Karna dosa tercatat
Masa depan ku sekarat
Belum waktu ku terlambat
Bersujud mengucap tobat
Beribu sesal
Kian di obral
Jeruji ini....
Tiang-tiang bui....
Tlah mengadili ku
Memasung asa ku
Hingga kepasrahaan hadir
Aku ingin terlahir kembali
15 Maret 2008
Senin, 01 Desember 2008
Segenggam Kasih Dan Sayang
Hanya berbekal....
Segenggam kasih dan sayang
Segumpal perhatian
Setulus perasaan
Seindah warna mentari
Tlah kutemukan
Orang yang slama ini
Ku cari ....
Yang berarti bagiku
Yang slalu mengisi waktu-
Waktu ku
Dia slalu menghiburku
Dalam kesedihanku
Dia slalu dewasa dalam
Menghadapi kekanak-kanakan ku
Dia slalu menasehati diri ku
Pabila tlah berbuat kesalahan
Aku berharap....
Dia kan slalu ingat semua
Kisah-kisah indah
Walaupun ....
Pada akhirnya kita kan
Berpisah jua
21 November 2008
Segenggam kasih dan sayang
Segumpal perhatian
Setulus perasaan
Seindah warna mentari
Tlah kutemukan
Orang yang slama ini
Ku cari ....
Yang berarti bagiku
Yang slalu mengisi waktu-
Waktu ku
Dia slalu menghiburku
Dalam kesedihanku
Dia slalu dewasa dalam
Menghadapi kekanak-kanakan ku
Dia slalu menasehati diri ku
Pabila tlah berbuat kesalahan
Aku berharap....
Dia kan slalu ingat semua
Kisah-kisah indah
Walaupun ....
Pada akhirnya kita kan
Berpisah jua
21 November 2008
Percaya Diri
Hari yang indah
Hari yang cerah
Begitu pula cintamu pada ku
Kala aku sendiri
Di dalam kesepian cinta
Disitu engkau datang menemaniku
Membawa sejuta harapan
Kau peluk diriku mesra....Kau
Biarkan diriku manja....Kau
Beri aku kembali percaya diri
Duka dan lara tinggallah kenangan
Sunyi sepi biarlah berlalu
20 November 2008
Hari yang cerah
Begitu pula cintamu pada ku
Kala aku sendiri
Di dalam kesepian cinta
Disitu engkau datang menemaniku
Membawa sejuta harapan
Kau peluk diriku mesra....Kau
Biarkan diriku manja....Kau
Beri aku kembali percaya diri
Duka dan lara tinggallah kenangan
Sunyi sepi biarlah berlalu
20 November 2008
PERPISAHAN
Masa-masa indah
Tlah berlalu sudah
Terukir kenangan manis
Di hati ini
Takkan pernah terlupa
Berat sungguh ....
Melepas semua kenangan
Masa lalu ku
Yang kan hilang di telan waktu
Walau teteskan air mata
Harus ikhlas tuk di lepaskan
Hanya senyum, tawa dan canda
Yang kan slalu teringat
Untuk memulai langkah baru
18 November 2008
Tlah berlalu sudah
Terukir kenangan manis
Di hati ini
Takkan pernah terlupa
Berat sungguh ....
Melepas semua kenangan
Masa lalu ku
Yang kan hilang di telan waktu
Walau teteskan air mata
Harus ikhlas tuk di lepaskan
Hanya senyum, tawa dan canda
Yang kan slalu teringat
Untuk memulai langkah baru
18 November 2008
Rasa Asing
Jauh di sudut hati ku
Ada tembang sunyi
Begitu sedih
Begitu pilu
Menggigit hati yang rapuh
Akhirnya hancur tanpa sisa
Waktu sedang berhenti melangkah
Tumpahkan sgala amarahnya
Bak serpihan kaca
Menghambur ke raga ini
Rasa asing membawaku ....
Menjauhi sukma hati
Tlah menikam berulang kali
Ku bisikkan satu ....
Sapa yang balut luka hatiku ???
26 Oktober 2008
Ada tembang sunyi
Begitu sedih
Begitu pilu
Menggigit hati yang rapuh
Akhirnya hancur tanpa sisa
Waktu sedang berhenti melangkah
Tumpahkan sgala amarahnya
Bak serpihan kaca
Menghambur ke raga ini
Rasa asing membawaku ....
Menjauhi sukma hati
Tlah menikam berulang kali
Ku bisikkan satu ....
Sapa yang balut luka hatiku ???
26 Oktober 2008
Aku Yang Bersalah
Buku jari mu terkepal
Entah genggam apa
Katup mulutmu terkunci
Entah simpan apa
Bola mata dingin pudar
Diam tak terbaca
Garis wajah mu berubah
Murung dan tak bergairah
Mungkin lewat syair ini
Akan dapat menyusup
Menguak jendela hati mu
Dan kau dengar suara hati ku
Bila masih mungkin
Kita menorehkan bakti
Atas nama jiwa
Dan hati tulus ikhlas
Aku memohon maaf pada mu
Meski engkau memasang wajah garang
Dan tetap menekanku
Bersikeras aku pantang menyerah
Demi langkah kedepan
yang tak terbeban
Demi kedamaian
yang mulai bersemi
08 Oktober 2008
Entah genggam apa
Katup mulutmu terkunci
Entah simpan apa
Bola mata dingin pudar
Diam tak terbaca
Garis wajah mu berubah
Murung dan tak bergairah
Mungkin lewat syair ini
Akan dapat menyusup
Menguak jendela hati mu
Dan kau dengar suara hati ku
Bila masih mungkin
Kita menorehkan bakti
Atas nama jiwa
Dan hati tulus ikhlas
Aku memohon maaf pada mu
Meski engkau memasang wajah garang
Dan tetap menekanku
Bersikeras aku pantang menyerah
Demi langkah kedepan
yang tak terbeban
Demi kedamaian
yang mulai bersemi
08 Oktober 2008
Realita
Dulu ....
Betapa aku sangat
Mengagumimu
Sangat besar simpati padamu
Kini damba mengharapkan mu
Rasa ingin semua jadi
Kenyataan
Kini ....
Aku tidak berharap lebih
Sebab prasangka tercipta
Kau bukan untukku lagi
Dan tak mungkin menjadi milik ku lagi
Diri ini bukan yang terbaik
Untuk mu
29 September 2008
Betapa aku sangat
Mengagumimu
Sangat besar simpati padamu
Kini damba mengharapkan mu
Rasa ingin semua jadi
Kenyataan
Kini ....
Aku tidak berharap lebih
Sebab prasangka tercipta
Kau bukan untukku lagi
Dan tak mungkin menjadi milik ku lagi
Diri ini bukan yang terbaik
Untuk mu
29 September 2008
MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN
Di batas cakrawala senja ....
Ketika takbir mulai berkumandang
Tiba-tiba rasa rindu datang meraja
Menyusup bersembunyi di relung hati ku
Aaakhh.... sedang apa kau disana ???
Bila rindu juga milikmu
Ku mohon kerelaanmu memaafkanku
Demi penggal crita yang pernah kita punya
Demi langkah ke depan yang tak terbeban
Minal Aidzin Wal Faidzin
mohon maaf lahir dan batin
27 september 2008
Ketika takbir mulai berkumandang
Tiba-tiba rasa rindu datang meraja
Menyusup bersembunyi di relung hati ku
Aaakhh.... sedang apa kau disana ???
Bila rindu juga milikmu
Ku mohon kerelaanmu memaafkanku
Demi penggal crita yang pernah kita punya
Demi langkah ke depan yang tak terbeban
Minal Aidzin Wal Faidzin
mohon maaf lahir dan batin
27 september 2008
Lelah....Aku Lelah
Lelah ....
Lelah aku sekarang
Lelah aku memikirkanmu
Rasanya tak satupun jua
Ucapanmu....
Tingkah laku mu yang ....
Meringankan beban ku
Lelah ku menangis sepanjang malam
Setiap ku banggakan perhatian mu
Entah tiba-tiba ....
Ku dapati tangis penyesalan
Sedetik kau buat aku bahagia ....
sedetik kau buat aku menangis ....
Hubungan seperti inikah
Yang ku banggakan ???
Dan ....
Ku pertahankan sampai detik ini
16 Agustus 2008
Lelah aku sekarang
Lelah aku memikirkanmu
Rasanya tak satupun jua
Ucapanmu....
Tingkah laku mu yang ....
Meringankan beban ku
Lelah ku menangis sepanjang malam
Setiap ku banggakan perhatian mu
Entah tiba-tiba ....
Ku dapati tangis penyesalan
Sedetik kau buat aku bahagia ....
sedetik kau buat aku menangis ....
Hubungan seperti inikah
Yang ku banggakan ???
Dan ....
Ku pertahankan sampai detik ini
16 Agustus 2008
Haruskah....Aku Bertahan.....
Aku akan tetap mencoba
Berjalan bersama mu
Dengan sedikit sisa kekuatan
Yang ku punyai
Yang ku tak tau ....
Aku terlalu mencintai mu
Namun kenapa kau lukai aku
Teganya kau sering kecewakan aku
Atas apa yang terjadi slama ini
18 Juli 2008
Berjalan bersama mu
Dengan sedikit sisa kekuatan
Yang ku punyai
Yang ku tak tau ....
Aku terlalu mencintai mu
Namun kenapa kau lukai aku
Teganya kau sering kecewakan aku
Atas apa yang terjadi slama ini
18 Juli 2008
BAYANG-BAYANG MU
Ia terus mengejarku....
Ia terus menghantuiku ...
Mengendalikan seluruh gerak
Dan naluriku
Ia terus membelenggu ....
Ia ingin melukaiku ....
Membalut semua indra
Akal fikirku
Masa laluku
Sangat pekat dan hitam
Status yang lekat di diri ku
Adalah
Potret kegagalanku
Sangat pahit
28 Juni 2008
Malam terakhir aku di balik jeruji
Besok pagi aku pulang, beeeebaaaassssss......
9 bulan 3 hari aku tak pernah melihat rembulan malam dan
bintang gemintang.
Ia terus menghantuiku ...
Mengendalikan seluruh gerak
Dan naluriku
Ia terus membelenggu ....
Ia ingin melukaiku ....
Membalut semua indra
Akal fikirku
Masa laluku
Sangat pekat dan hitam
Status yang lekat di diri ku
Adalah
Potret kegagalanku
Sangat pahit
28 Juni 2008
Malam terakhir aku di balik jeruji
Besok pagi aku pulang, beeeebaaaassssss......
9 bulan 3 hari aku tak pernah melihat rembulan malam dan
bintang gemintang.
PANTAS KAH AKU TUK PULANG ....
Ketika gerimis turun
Langit tertutup kabut
Berderai menikam mendung
Ada sisa-sisa suara
Yang bergema dalam dada
Aku tak mendengar apapun
Gemuruh di luar dinding tebal
Seperti debu
Tajam menerpa mata
Aku tersentak
Dari lamunan
Ketika terbuka tirai
Aku terpejam
Ku hirup nafas dalam
Di ujung dunia
Hari ini aku pulang ....
Hari ini aku datang ....
Bawa rindu ....
Bawa harap-harap cemas ....
Bertarung serentak
Bergumul bola-bola api
Ada yang tak dapat aku lepas
Meskipun berulang aku coba
Waktu tlah berputar begitu cepat
Aku tlah jauh tertinggal
Seperti bintang .... diam....
Menunggu fajar
Ada yang tak pantas aku sandang ....
Langit tertutup kabut
Berderai menikam mendung
Ada sisa-sisa suara
Yang bergema dalam dada
Aku tak mendengar apapun
Gemuruh di luar dinding tebal
Seperti debu
Tajam menerpa mata
Aku tersentak
Dari lamunan
Ketika terbuka tirai
Aku terpejam
Ku hirup nafas dalam
Di ujung dunia
Hari ini aku pulang ....
Hari ini aku datang ....
Bawa rindu ....
Bawa harap-harap cemas ....
Bertarung serentak
Bergumul bola-bola api
Ada yang tak dapat aku lepas
Meskipun berulang aku coba
Waktu tlah berputar begitu cepat
Aku tlah jauh tertinggal
Seperti bintang .... diam....
Menunggu fajar
Ada yang tak pantas aku sandang ....
KESETIAAN
Ku kunci hati ini
Dengan sebuah kesetiaan
Tak pernah sekalipun ku coba
Tuk hadirkan cinta yang lain
Walau kau jauh dari ku
Hari-hari ku sarat dengan doa
Smoga rindu kita berdua
Utuh tak terbagi slamanya
01 Juni 2008
Selamat Ulang Tahun sayang ...Ku ucapkan dari balik jeruji ini.
Maafkan aku yg tak bs menemani mu ......
Smoga kau bahagia di tahun ini.
Amin
Dengan sebuah kesetiaan
Tak pernah sekalipun ku coba
Tuk hadirkan cinta yang lain
Walau kau jauh dari ku
Hari-hari ku sarat dengan doa
Smoga rindu kita berdua
Utuh tak terbagi slamanya
01 Juni 2008
Selamat Ulang Tahun sayang ...Ku ucapkan dari balik jeruji ini.
Maafkan aku yg tak bs menemani mu ......
Smoga kau bahagia di tahun ini.
Amin
Langganan:
Postingan (Atom)