Buku jari mu terkepal
Entah genggam apa
Katup mulutmu terkunci
Entah simpan apa
Bola mata dingin pudar
Diam tak terbaca
Garis wajah mu berubah
Murung dan tak bergairah
Mungkin lewat syair ini
Akan dapat menyusup
Menguak jendela hati mu
Dan kau dengar suara hati ku
Bila masih mungkin
Kita menorehkan bakti
Atas nama jiwa
Dan hati tulus ikhlas
Aku memohon maaf pada mu
Meski engkau memasang wajah garang
Dan tetap menekanku
Bersikeras aku pantang menyerah
Demi langkah kedepan
yang tak terbeban
Demi kedamaian
yang mulai bersemi
08 Oktober 2008
Senin, 01 Desember 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar